Penandatangan Kerjasama dengan Koperasi Mabadiku Bintang Sembilan Nahdlatul Ulama

KOPERASI NU MABADI KHOIRU UMMAH BINTANG SEMBILAN atau disingkat Koperasi Mabadiku Bintang Sembilan adalah koperasi yang didirikan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi warga NU, khususnya di wilayah Jawa Timur.

Pada hari Jumat, 24 November 2017, bertempat di Islamic Center Lombok, Nusa Tenggara Barat bersamaan dengan kegiatan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama, dilakukan penandatangan kerjasama oleh Bpk Budhi Pariyesana, Direktur Arthasera Teknologi dengan Bpk DR. Irnanda Laksanawan, Ketua Umum Koperasi Mabadiku Bintang Sembilan, disaksikan oleh Bpk DR Eman Suryaman selaku Ketua PB NU dan Bpk Ir Muhammad Koderi selaku Presiden Mabadiku Bisnis Centre.

Kerjasama ini diharapkan dapat membantu penguatan ekonomi warga NU melalui kemudahan memperoleh modal usaha dari perbankan.

Penandatanganan Kerjasama Agregator Lending dengan Mandiri Utama Finance

Penandatangan kerjasama agregator lending antara Arthasera Teknologi dengan Mandiri Utama Finance dalam memberikan pelayanan pinjaman dengan jaminan BPKB.

PT Mandiri Utama Finance (MUF) merupakan anak perusahaan PT Bank Mandiri (persero) Tbk yang bergerak di sektor pembiayaan untuk melayani masyarakat Indonesia yang ingin memiliki kendaraan bermotor dengan cara pembayaran secara cicilan (angsuran) per bulan.

MUFinance berdiri secara resmi pada tanggal 21 Januari 2015 dan telah terdaftar serta diawasi oleh Regulator Otoritas Jasa Keuangan No. 29. PT Mandiri Utama Finance menargetkan menjadi perusahaan pembiayaan terbesar di Tahun 2021, MUFinance juga termasuk kelompok perusahaan multifinance Besar, karena aset perusahaan yang mencapai satu triliun dan dibiayai oleh salah satu Bank terbesar di Indonesia yaitu Bank Mandiri. Segmen Pembiayaannya, bidang otomotif, baik baru maupun bekas. Orientasi bisnis MUFinance pada volume dan didukung oleh otomatisasi sistem yang terintegrasi antara cabang dan kantor pusat.

Pinjemdoku Melengkapi Layanan Keuangan Fastpay

FASTPAY adalah penyedia layanan E-Payment (Loket Pembayaran Online) dan solusi berbasis mobile yang handal dan terpercaya, yang memungkinkan masyarakat untuk membuka outlet/agen pembayaran online (listrik PLN, telepon & internet, tiket kereta api dan pesawat terbang, dll) secara mudah dan murah dengan dukungan teknologi tinggi dan sistem bisnis yang fleksibel dan menguntungkan.

FASTPAY sangat unggul dengan kemudahan layanan serta fleksibilitas outlet sehingga dapat menggunakan sistem outlet menetap atau loket bergerak (mobile) dengan menggunakan perangkat berbasis mobile.

Dengan dukungan lebih dari 590 layanan pembayaran, lebih dari 92.000 loket/mitra PPOB dan 50 Koordinator Wilayah FASTPAY yang tersebar diseluruh Indonesia, FASTPAY menjadi kiblat bisnis Loket PPOB dan menjadikan FASTPAY merupakan solusi cepat dan tepat untuk bisnis pembayaran online (payment online).

Penandatangan Kerjasama Agregator Lending dengan BPR Dana Berkah Lestari

PT. BPR Danaberkah Lestari (BPR DBL) merupakan Bank lokal yang berperan dan turut serta untuk menumbuhkan perekonomian Indonesia khususnya di wilayah Jabodetabek. BPR DBL memiliki visi menjadi Bank Perkreditan Rakyat yang Sehat, Kuat dan Produktif, sehingga mampu memberikan pelayanan yang terbaik bagi seluruh lapisan masyarakat Jabodetabek. BPR DBL pada tahun 2016 memperoleh penghargaan Golden Award dari Majalah Infobank. Saat ini BPR DBL telah memiliki 3 kantor cabang.

 

Biaya Proses Beli Kredit Rumah Baru, Cek Sebelum Ajukan KPR

Bukan hanya uang muka (DP), ketika ingin beli rumah baru atau bekas ada beberapa biaya yang mesti kita ketahui. Mulai dari biaya biaya notaris, provisi kredit, BPHTB, sampai pajak. Jika pembelian KPR (Kredit Pemilikan rumah), maka proses biaya-biaya ini akan diatur oleh pihak bank.

Saat akan membeli rumah, baik baru atau bekas, seringkali seseorang hanya menyiapkan sejumlah dana untuk membayar uang muka saja. Padahal, selain uang muka, masih ada sederet biaya lain yang menjadi tanggung jawab pembeli.

Sebelum mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), sebaiknya siapkan biaya ekstra di luar uang muka agar kelak lebih siap. Biaya-biaya yang biasanya muncul mulai dari booking fee, biaya notaris, biaya provisi, BPHTB, pajak, hingga asuransi.

Untungnya, untuk urusan uang muka rumah saat ini lebih ringan. Berbeda dengan dahulu yang bisa mencapai kisaran 20{56909828c6e88ba2ace52d497ae89af3d03cf0c3c76a73d25ead282cdf244c0d} – 30{56909828c6e88ba2ace52d497ae89af3d03cf0c3c76a73d25ead282cdf244c0d}. Tak hanya itu, kebijakan lain seperti naiknya batas rumah yang dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) serta turunnya persentase Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), membuat biaya pembelian rumah semakin irit.